Rabu, 02 Januari 2019

Klik (bagian 24)

HARAPAN BARU DI 2019

Tahun lalu, kuanggap dirimu masih ada. Tapi tahun ini sepertinya hati ini sudah tak lagi ada untukmu. Lebih tepatnya, ada hal yang lebih kuprioritaskan. Ada harapan yang mesti kugapai tanpa dirimu untuk sementara waktu.

Kutahu ini pilihan sulit, pilihan tak biasa dan bujan sesuatu yang mudah. Aku yakin bisa dilalui kok. Sesuai dentan teorinya harapan, harus ada yang dikorbankan atau direlakan untuk sementara waktu, demi sesuatu yang akan diperoleh nanti.

Aku pasti kuat. Aku pasti akan rindu dengan semua omelan, candaan, bahkan sikap acuhmu yang kadang menghadu-biru dalam komunikasi kita. Aku juga merindukan saat-saat dulu kita berdua menikmati indahnya matahari di sore hari. Merindukan bunyi peluit di stasiun, makanan mie rebus dan ketoprak khas bikinanmu.

Selamat tinggal Ningsih, selamat jalan untuk sementara waktu. Percayakan padaku, bahwa hati ini sedari dulu tak pernah dibagi kepada siapa pun. Bukan karena tidak ada yang lebih cantik darimu, tetapi karena aku sudah tidak mampu lagi untuk melakukan hal itu. Bagiku, keberadaan dan kebersamaan dirimu sehingga menjadi kita, sudah menjadi hal yang luar biasa. Aku tidak mau hal yang luar biasa ini ternodai.

Jika perjalanan yang sudah lama ini dinodai atau ternoda oleh hal sepele, rasanya sungguh terlalu. Perjuangan yang kita tempuh bukan waktu singkat, bukan sekejap mata, tetapi butuh usaha dan perjuangan yang besar. Waktu, tenaga dan perasaan yang masing-masing telah kita korbankan untuk kebersamaan ini.

Jadi, kesimpulannya itu aku bukan tipikal orang yang mudah membagi hati dengan perempuan lain. "Senyumku boleh untuk siapa saja, tetapi hatiku (perasaanku) hanyalah untuk dirimu seorang..." ini kata mutiaraku yang sejak dulu telah kurangkai.

---

0 komentar:

Posting Komentar

 
;