Karena sering baca tulisan Pak Cah (Ust. Cahyadi Takariawan) di facebook, sedikit demi sedikit rupanya sudah mulai terasa ada perubahan pada sikap yang kuambil dalam memutuskan sebuah urusan. Terutama ketika menangani makhluk yang satu ini, ia bernama Ningsih.
Mau tak mau, aku coba menghubunginya lewat panggilan whatsapp. Tentu telah kupastikan kira-kira ia sedang sibuk atau tidak. Lagi-lagi, kalau salah sedikit saja, bisa kena omel dan tambah masam mukanya nanti. Dia pasang tuh muka cuek, manyun, dan cemberutnya kalau kami bertemu.
"Hallo, assalmualaikum.." Kuucapkan salam, untuk mengawali. Rupanya di sana, kondisininya lumayan berisik. Ada yang ketawa-tawa dan terdengar suara beberapa perempuan yang sedang ngobrol juga. Entahlah, mungkin sedang mengerjakan sesuatu sepertinya mereka.
"Iya, waalaikum salam..." Jawabnya singkat. Mengetahui keadaan yang kurang kondusif, maka tema obrolan pun kuganti, kupotong seketika. Lalu, buru-buru kusudahi obrolan teleponnya juga. Agak sedikit gak enak dan riskan pokoknya kalau situasi tekesan rame. Paling nanti deh kapan-kapan dihubungi lagi. Nunggu waktu yang pas pokoknya.
Nah, beberapa jam setelahnya, kucoba untuk menghubungi ulang. Eh, ternyata gak ada respon. Nyambung sih, tapi gak diangkat. Mungkin sedang sibuk dan ada banyak tugas dari atasannya. Jadi posisinya jauh dengan smartphone. Ini sih tebakanku saja.
Tak berapa lama ada whatsapp masuk "Maaf disilent, jadinya gak keangkat barusan.." Demikian isi pesan tersebut dari Ningsih. Ia juga langsung mengetik begitu pesan itu kubuka dan kubaca. "Ada yang mau ditanyakan..." Timpalnya.
Karena merasa kondisi dan situasinya makin gak pas, ya sudah kubalas saja. "Gak, tadi kepencet tombol panggilannya..." Pokoknya situasi semakin gak jelas! Kacau balau. Biarlah nanti aku dapat muka cemberutnya. Tinggal cari cara buat ngebaiknnya lagi.
Kata Maslow, setiap orang punya kebutuhan spiritual yang berupa kenyamanan batin, dan ini sudah jadi sifat alamiah manusia. Kebutuhan spiritual ini berhubungan erat dengan pertumbuhan kepribadian dan kematangan individu. Sehingga, dari sini aku yakin cepat atau lambat ia akan berubah mengikuti kedewasaannya.
Saat ini mungkin belum dewasa, cara berpikirnya masih pendek, dan apa-apa harus sesuai dengan keinginannya. Tapi seiring berjalannya waktu, ia akan belajar untuk menyesuaikan diri dan mencari kebutuhan spiritualnya sendiri. Lagi-lagi ini doa dan harapanku yang tiada akhir.
___
0 komentar:
Posting Komentar