Ningsih, sebenarnya ada banyak kisah yang ingi kuceritakan padamu. Tetapi sepertinya kisah itu enggan mencul dan seolah malu-malu bila kubawakan kehadapanmu. Kisah-kisah orang hebat, saleh, dan sekaligus manusia pilihan yang telah Allah tunjukkan sebagai bahan pelajaran bagi hambanya.
Satu contoh, kisahnya Nabi Isa as. Nabi kedua terakhir yang diutus sebelum Nabi Muhammad saw. Beliau diberi mujizat bisa menghidupkan orang yang sudah mati dan menyembuhkan orang yang sakit. Lalu, kelahirannya ke dunia merupakan bukti kekuasaan Allah swt. yang tak ber-ayah.
Beliau dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang mernama Maryam. Siapkah Maryam? Kok bisa dijadikan perantara untuk mengandung seorang utusan tuhan di masanya. Tentu ia bukan manusia yang biasa. Bukan perempuan yang seperti kebanyakan. Bahkan alquran mencatat kisahnya sebelum mengandung Isa as.
"Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu)." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 42)
Maryam adalah anak Imran. Namanya diabadikan dalam salah saru surat yang ada dalam alquran (Ali Imran). Berarti ayahnya Maryam bukan manusia sembarangan pula. Banyak hal yang perlu digali, dibaca, dan dipahami lagi.
Pelajaran yang bisa diambil dari catatan di atas, sebagai berikut: Pertama, kebanyakan orang lupa bahwa peran orang tua dalam menjadikan generasi hebat sangat menentukan. Jika anaknya ingin jadi orang hebat, maka orang tuanya kudu mempersiapkan diri dengan baik pula.
Kedua, ketika anak sudah lahir, harus diarahkan, dibimbing dan diberikan pengajaran yang baik. Sehingga akan membentuk sang anak menjadi pribadi yang memiliki wawasan luas ilmunya melimpah.
Ketiga, dibantu dengan doa dan riyadhah (dipuasain). Sang anak berusaha dengan kekuatan lahiriyah dan orang tua berusaha dengan bathiniyah. Syukur-syukur bila anaknya menjalani usaha lahiryah dan bathiniyah juga. Maka akan semakin melejitkan kemampuannya.
Ningsih, semoga kelak kita bisa menjadi keluarga seperi Ali Imran. Harapan dan usaha itu harus tetap ada, meski tidak mampu menyamai dengan yang dituju. Semoga jadi pahala dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas, bertaqwa, menjadi manusia bumi tetapi terkenal di penduduk langit.
0 komentar:
Posting Komentar