"Tak perlu kata maaf dan air mata. Aku rela dirimu pergi. Aku bisa tahu apa yang kau mau dengan pilihanmu... Asal kau tahu, seumur hidupku, Aku tetap cinta...."
Lirik lagu di atas adalah diambil dari Repvblik yang judulnya Aku Tetap Cinta. Dari isi kalimatnya bisa dipahami bahwa sepenuhnya ia telah merelakan cintanya pergi dengan orang lain. Cinta itu tanpa syarat, jika masih ada syarat berarti sejatinya itu belum dan bukan cinta.
Jika kita pahami dari sudut pandang teori kebutuhan Abraham Maslow (1908-1970), kebutuhan cinta dan rasa memiliki itu berada di level ketiga setelah kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan fisioligis.
Atau jika dalan kajian unity kompleks, rasa cinta itu setara dengan kebutuhan rasa nyaman, dan itu berada pada unsur atau dimensi basyariah. Inilah perbedaan manusia dengan makhluk lainnya, dengan cinta inilah manusia bisa kreatif dan inovatif.
Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Dengan demikian ia akan bisa saling membutuhkan dan berbagi dengan lawan jenisnya. Ini kebutuhan alamiah yang sudah Allah berikan kepada makhluknya yang bernama manusia untuk bisa berkembang biak, beranak-pinak.
Masalahnya, apakah cinta itu ibarat gayung bersambut atau hanya bertepuk sebelah tangan. Apakah jenis cintamu bewarna seperti pelangi; bermotif atau monokrom?
Sore ini ku menyusuri jalanan jembatan merah dan gejayan. Dengan bersepeda sore setidaknya dapat menghilangkan penat dan keruwetan yang ada. Fokus teralihkan dan ketika bersepeda bisa bebas melantunkan potongan ayat-ayat quran, berceramah, atau sekedar latihan berorasi.
Aku hanya menggoes pedal kemana ia ingin pergi, tak ada tujuan yang jelas. Hanya mencari suasana yang berbeda. Biasanya setelah jalan, dapat beberapa ide baru.
Semua alat komunikasi kulepaskan sejenak. Bagiku, perlu dibiasakan untuk tidak terlalu bergantung kepada alat-alat komunikasi. Salah satu caranya dengan seperti yang kulakukan. Bila nanti Ningsih menghubingi atau nyari-nyari, biarkan saja. Hidup lebih nyaman bila berada di alam nyata bukan?
Hidup gak sempit, gak sumpek, dan gak susah. Tinggal jalani saja, itu kuncinya.
---
0 komentar:
Posting Komentar