Minggu, 16 Desember 2018

Klik (bagian 1)

Ningsih, itulah namanya. Jika ditanya, aku lupa kapan perjuampaan awal itu terjadi. Intinya itu, dalam dirinya aku melihat ada sesuatu yang lain. Sesuatu itu bernama masa depan. Kalau di film Dancing Jhodi "Tujh me rabbi ta hei..." Kata Sahru Khan. "Aku melihat tuhan dalam matamu..."

Iya, masa depan. Karena seolah-olah aku menemukan penggalan puzzle yang selama ini kucari. Potongan itu rasanya terlengkapi, kala aku berkenalan dengan dirinya. Sejak itu pula, hatiku merasa 'klik' dengannya.

Pepatah arab mengatakan, " Awalul mathar bil qatri, wa awwalul hubb bi annadhar..." Permulaan hujan itu gerimis, dan permulaan cinta dari awal pandangan. Begitu juga dengan semua ini, tidak mungkin hadir begitu saja tanpa sabab-musababnya. Kalau dalam bahasa gombal itu ada ungkapan seperti ini "Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali.." Silakan lanjutkan sendiri lanjutannya ya!

Aku yakin, yang namanya Ningsih itupun kini sedang merasakan kebingungan. Sama seperti apa yang kini kurasakan pula. Bingung harus bagaimana dan bersikap apa. Ujung-ujungnya ya menggantung. Padahal saling mengakui ada "rasa" itu dalam hati kami masing-masing. Hanya saja enggan mengutarakan lebih dulu.

Mengenalnya hanya butuh hitungan beberapa menit saja. Tapi butuh ribuan tahun untuk dapat melupakan dirinya. Terutama mengikhlaskannya bersama deburan ombak air laut di pantai Carita. Membiarkannya pergi bersama bintang di kegelapan malam. Melepasnya pergi bersama sayap-sayap burung di angkasa. Inilah intinya.

Bahkan kubiarkan angin membawa cintaku pergi. Pergi dari dirimu bersama lenyapnya lembayung di ujung barat. Hingga berganti menjadi kelap-kelip bintang di malam hari. Hati ini menjadi hampa, lenggang tak ada si doi dambaan hati.

Jika, tuhan berkehendak atas irdahnya, maka aku sebagai manusia biasa hanya pasrah menerimanya. Dengan penuh kesadaran menerima proses atas apa yang telah disekenariokanNya. Aku teringat akan pesan guruku ketika menerjemahkan arti kata sabar sewaktu kuliah dulu. "Terus bersabar dalam kesabaran..."

(Ditulis, 10/12/17)
Mohon maaf jika ada kesamaan dalam penulisan nama dan tempat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;