Tentang Ningsih, Ku tak tahu entah dimana keberadaannya kini. Bayangnya lenyap, seolah ditelan kegelapan malam. Meski dalam nurani ini kuyakini, ia masih sering ngintip; mengamatiku secara diam-diam. Entahlah. Apa yang ia inginkan ku tak mengerti.
Pernah suatu ketika, ada seseorang yang begitu mirip denganya. Tetapi setelah coba kusapa dari dekat, rupanya ia bukanlah Ningsih yang selama ini kucari. Semoga ia tetap sehat dan diberikan kelapangan dalam hidupnya. Tidak seperti aku yang tidak jelas arahnya ini.
Mungkin ia sudah bahagia dengan seseorang yang telah membersamainya. Selamat berbahagia wahai kekasih impian, yang tak mampu kudekap dalam alam kenyataan. Semoga kutemukan Ningsih lain yang tidak sekedar khayalan. Lebih nyata tentunya; dalam kehidupan!
Lebih indah dari bulan purnama, lebih cantik dari bidadari surga, lebih jelita dari ratunya sang kaisar kerajaan. Tapi ia lebih sederhana dan mirip Fatimah Azzahra binti Rasulullah SAW atau kedewasaan dan ketegarannya mirip sang Ibunda, yaitu Khadijah.
Pendek kata dan secara sederhana, ia yang selalu bersabar, pandai bersyukur dan memiliki pribadi pembelajar.
___
0 komentar:
Posting Komentar