Minggu, 16 Desember 2018

Klik (bagian 3)

Di persimpangan jalan Sudirman ketika itu kita dipertemukan oleh keadaan. Dan terakhir kita dipertemukan di Terminal Rambutan. Apa sudah lupa? akan rute-rute perjalanan yang dulu ditempuh! Entah mengapa hatimu begitu mudahnya dibagi pada ia yang menawarkan kepalsuan.

Padahal, sabar sedikit saja. Toh, menunggu itu sesuatu yang sangat sebentar, jika dibandingkan dengan kebersamaan dalam mengarungi mahligai kehidupan. Bila dengan yang sekecil ini saja sudah tergadaikan, lantas bagaimana dengan masalah-masalah di dalam pe-rumahtangga-an?

****

Ningsih, jika pilihan itu baik bagimu. Tak masalah bagiku. Tak usahlah kau hiraukan tentang perasaanku, bagiku sendiri cukup jelas, kebahagiaanmu itu yang terpenting. Bahagiamu juga bahagiaku. Melihat dirimu bahagia, sudah lebih daripada cukup. Membiarkanmu bahagia, itulah tujuanku.

Ningsih, kuharap hubungan kita akan tetap baik dan tetap seperti sedia kala. Tak akan kurang sama sekali. Bila perlu, kita anggap jadi keluarga, supaya silaturahim tak akan pernah putus untuk selamanya. Ada yang lebih berharga untuk dijalin, dan itu bisa membawa kita ke surga-Nya.

"Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir (kiamat), maka sambunglah tali silaturahmi" demikian sabda Rasulullah saw.

___

0 komentar:

Posting Komentar

 
;