Ada pepatah arab yang kami pelajari ketika belajar di pesantren. Bunyi pepatah arab tersebut "Likulli maqalin maqamun wa likulli maqamin maqalun..." Setiap tempat ada perkataan yang tepat, dan setiap perkataan ada tempatnya yang tepat.
Dengan demikian, ketepatan kata-kata juga harus diperhatikan ketika berbicara atau dalam sebuah tulisan. Tujuanya supaya tidak salah dipahami, atau memiliki arti yang bias.
Ketepatan tempat juga perlu dicermati, sebab ini menunjukan perilaku dan kebiasaan yang bersangkutan atau keberadaan suatu masyarakat. Dengan kata lain, orang yang tidak tahu sopan santun, pasti akan kentara atau kelihatan dari ucapannya.
Kharul kalami qalla wa dalla... Sebaik-baiknya ucapan, ialah sedikit tapi jelas. Nabi Muhammad berdakwah itu dengan "Khaatibu annasa biqadri 'uqulihim...." berbicara kepada yang didakwahi dengan kemampuan otak mereka (menyesuaikan audiens).
Atau juga misalnya menggunakan kata Aing (bahsa sunda, artinya saya). Ketika mengatakan Aing di depan orang yang usianya seumuran tidak masalah, tetapi, ketika diucapkan di depan orang tua atau orang yang lebih tua, bisa berbahaya. Orang yang demikian, bisa dicap tak beradab pastinya.
Begitu juga ketika berdakwah. Sejatinya ya mengajak, bukan mengejek. Merangkul bukan malah memukul. Mendidik bukan menghardik. Oleh sebab itu sangat tepat ketika al-Quran menyingnggunya dalan surat An-Nahl ayat 125.
Menyeru manusia ke jalan Allah dengan tiga cara; pertama dengan hikmah. Kedua, yaitu mauidah hasanah dan yang ketiga adalah berdebat dengan cara yang baik. Begitu juga cara Rasulullah ketika berdakwah. Penuh kesantunan dan kelemahlembutan. Menyentuh hatinya, lalu mereka dengan penuh kerelaan dan tanpa paksaan untuk menerima ajaran yang Rasulullah bawa.
Sekali lagi, tidak diajarkan cara-cara keras dan kasar. Di sana ada satu poin penting, ketika cara ini sudah dijalankan, maka tinggal bertawakal kepada-Nya. Sebab hanya Allah swt yang memiliki kewenangan untuk memberikan hidayah. Berarti, sebagai manusia jangan sok melebihi sang penciptanya. Bisa kualat nanti
_____
0 komentar:
Posting Komentar