Minggu, 16 Desember 2018

Klik (bagian 7)

"Kenapa, hidup ini serasa gak adil..." Kalimat itu tiba-tiba terlontar dari mulut Ningsih. Sedangkan tangannya masih memegang sendok dan juga soto di mulutnya belum sempurna dikunyah. Tangan kirinya sambil mengepal kuat di atas meja, seperti hendak dipukulnya.

"Eit.. hati-hati dengan ucapan tadi, bahaya tau!!! Seperti bukan orang muslim saja..." Langsung kutimpali, sambil menenangkan.
"Emang masalahnya apa?..." Selidikku karena penasaran.

Ningsih kembali diam. Tak ada kalimat lain yang keluar dari mulutnya. Ia hanya fokus menghabiskan semangkuk soto dan dua buah mendoan. Matanya kadang menatap tajam kedepan, seperti ada amarah yang sedang dipendamnya.

Dengan sabar kutunggu, sampai sarapan kami selesai pun, hasilnya tetap nihil. Total harga sarapan kami, semuanya dua puluh ribu rupiah. Kebetulan uang pecahan itu tepat ada di saku depan, tak perlu buka dompet dan lebih cepat.

Sepanjang jalan menuju asrama, Ia masih tak mau bersuara lagi. Susah ya ngadepin orang yang kayak gini; yang ada, serba salah diriku dibuatnya. Meski beberapa kali diajak ngobrol, dicandain dan dihibur, tetap saja ia tak bergeming. Apa ini salah satu indikator ciri orang dengan kepribadian introvert seperti yang dibilang tokoh psikologi, Sigmund Freud?

Entahlah!!!!...
___

0 komentar:

Posting Komentar

 
;