Minggu, 16 Desember 2018

Klik (bagian 6)

Kemenangan Rasulullah ketika perang khandaq merupakan sebuah pengalaman berharga. Bagaimana tidak, pasukan muslim yang berjumlah tiga ribu orang mampu mengalahkan kaum musyrikin sebanyak sepuluh ribu orang.

Tidak hanya itu, cobaan yang dialami pasukan muslim amat dahsyat sebelum perang. Ditimpa isu fitnah, hampir ada perpecahan karena ada dua perbedaan, dan dilanda kelaparan serta udara dingin yang amat sangat. Dalam persiapan perang khandaq ini, Rasulullah sempat mengikat perutnya dengan batu.

Kisah ini semakin pilu, kala para sahabat nabi mengadukan rasa laparnya. Mereka menunjukan perut mereka yang diikat dengan sebuah batu. Lalu, Rasulullah pun menunjukan perutnya, rupanya di perut Rasulullah ada dua batu yang diikatkan. Itu artinya beliau lebih lapar dari yang lainnya. Menurut riwayat, Rasulullah saw sudah tidak makan selama tiga hari lamanya.

Meskipun dalam kondisi ini, Rasulullah mampu memecah batu besar yang tidak dapat dipecahkan oleh para sahabat yang lainnya. Ini bukti bahwa fisik dan tenaga beliau amatlah kuat. Dan cukup jelas sudah, beliau adalah pemimpin sejati. Beliau turun langsung dan tidak sekedar memberi perintah. Beliaulah sosok panutan luar biasa.

Kisah kecil ini, menjadi topik baru yang kuceritakan pada Ningsih. Sekaligus  menemani perjalan pulang kami, setelah olahraga pagi tadi. Tak lupa kami juga sempatkan mampir ke tempat soto yang sudah jadi langgananku, kebetulan searah jalan pulang. Sekalian sarapan deh.

Dari pengamatanku, yang hanya sekilas. Sepertinya belum ada tanda-tanda dari Ningsih untuk mau membuka curhatannya. Ia masih diam seribu bahasa. Malah ia juga hanya sesekali membalas tatapanku dengan senyuman manisnya. Rasanya kayak sedang minum Le Minerale gitu, "Kayak ada manis-manisnya..."

Mungkin agak siangan kali ya. Semoga ada kisah lain yang bisa dibagi...

___

0 komentar:

Posting Komentar

 
;