DIBLOKIR, SUDAH BIASA
Seperti kebanyakan perempuan yang kalau datang bulan suka marah-marah gak jelas. Tapi, kayaknya itu hanya butuh teknik bagaimana mengelola diri saja sih, mengubah mood yang tak baik menjadi baik. Malah, hal itu (datang bulan bikin bad mood) menurut pendapatku hanya jadi bahan senjata bagi perempuan untuk mendukung bahwa hal itu benar dan bukan atas kehandak dirinya. Misal seperti mengidam, terus si istri bilang "ini keinginan bayi lho..."
Fenomena ini bisa dijelaskan secara ilmiah dan bagaimana sebetulnya semua itu berjalan. Adanya perubahan hormon sih iya, tapi jika dikendalikan tetap bisa dan diubah ke yang lebih positif sangat baik juga. Jadi, pembenaran dengan cara-cara klasik, menurutku sangat keterlaluan.
Mungkin ini pula yang sedang dialami oleh Ningsih. Marah-marah gak jelas. Ngomong dikit, salah. Ini salah. Itu, juga salah. Wes aku tak meneng ae.. eh tambah salah juga. Sayangnya dia memang malas baca dan mungkin menolak untuk membaca apa yang aku suguhkan. Daripada bikin ribut parah, mendingan cari aman. Jangan ganggu orang yang sedang mensturasi.
Diblokir medsosku atau apapun terserah deh ya. Asal dirimu senang ya lakukanlah. Nanti juga malu sendiri. Lagi pula hal ini sudah sangat sering dirimu lakukan. Parahnya, sedikitpun tak ada perubahan. Untuk hal ini aku apresiasi deh, dirimu cukup konsisten dan tak pernah sekalipun mencari solusi terbaik dalam sebuah masalah.
Masalah dikit, ujungnya blokir dan blokir. Saking seringnya jadinya sudah kebal deh. Bahkan, sudah kayak makanan sehari-hari kayak nasi gitu. Padahal sesekali pengen makan bubur atau ketupat plus lontong ya. Kayaknya sih bisa bahaya juga kalau setiap hari dan jadi kebiasaan, ujung-ujungnya mah bosen juga. Ah, jadi gak sehat.
Intinya ya harus terus ada sesuatu yang baru, atau tidak mesti baru, melainkan ada hal yang kudu diubah jika dirasa sesuatu itu sudah agak membosankan. Mungkin ini yang namanya "membangun" ya, bukan lagi "menjalin".
____
*Ya udah aku diam aja...
0 komentar:
Posting Komentar