Minggu, 23 Desember 2018

Klik (bagian 18)

Kisah Gunung Krakatau

Perlu kau tahu Ningsih, Ketika ada kabar tentang peristiwa musibah tersebut, yang ada dama benakku ketika itu tertuju pada sebuah buku yang pernah kutata di perpustakaan. Bukunya lumayan tebal dan memuat tentang kejadian di masa silam.

Buku yang ditulis oleh Simon Winchester ini mencatat, masa kejang-kejangnya selama 20 jam 56 menit. Ledakannya disepakati terjadi pada pukul 10.02 pagi, hari Senin 27 Agustus 1883. Ia adalah Gunung Krakatau. Berarti dari hari Ahadnya tgl 26, gejala Krakatau akan "batuk" sudah terdeteksi.

Ledakan Gunung Krakatau tersebut ternyata cuma berada diurutan kelima dari ledakan gunung terbesar yang pernah terjadi di dunia. Diurutan pertama ada Letusan Gunung Toba. Lalu yang kedua ada Gunung Tambora. Ketiga Gunung Taupo dan keempat, Gunung Novarupta. Meski demikian, material yang dikeluarkan dan jumlah korban yang jatuh dari letusan Krakatau ini lebih banyak dari letusan gunung lainnya.

Di buku ini juga dikisahkan kehidupan masyarakat Anyer sebelum kejadian meletus Gunung Krakatau dan sesudah kejadian. Terutama ketika orang-orang Belanda hidup dan tinggal di Anyer. Lalu ada pula kesaksian para pelaut yang pernah menyaksikan akan keberadaan gunung berapi yang sangat menyeramkan. Bahkan setidaknya ada berberapa kapal yang hancur dihantam air dari letusan krakatau.

Suasana alam sebelum dan sesudah terjadi letusan krakatau dijelaskan dengan baik, bahkan ada pendukung gambarnya. Bahkan ada peta yang menjelaskan awal bentuk pulau ini, bagaimana aslinya. Setelah letusan itu, akhirnya terpisah seperti sekarang. Lalu, ledakan dahsyatnya ini pula membuat sepertiga dunia gelap. Pemerintah Belanda sampai mengirimkan utusan khusus untuk keninjau kejadian ini.

Fakta-fakta ini sengaja tidak ku-upload dan tidak kujadikan status di medsosku. Sebab aku paham akan kondisi yang saat ini terjadi, bila fakta-fakta ini disebarluaskan, khawatir akan menambah panik masal dan resah di masyarakat. Itulah sebabnya aku tetap menahan diri dan hanya mengamati berita.

Menurutku, diam dengan data yang diperoleh dari bacaan ini, dipandang sebagai langkah bijak dan lebih baik. Memilih untuk memastikan kondisi kerabat jauh yang ada di sana dalam kondisi yang aman dan baik. Jauh lebih penting. Oh ya, Kuharap kondisi dirimu juga selalu baik ya di sana.

___

0 komentar:

Posting Komentar

 
;